Waspada Kematian Mendadak Saat Olahraga: Kenali Bahaya Aritmia Jantung Bersama dr. Ardian Rizal, Sp.JP (K)

Olahraga rutin adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran kardiovaskular. Namun, sebuah paradoks sering kali muncul ketika kita mendengar berita tentang seseorang—bahkan atlet profesional—yang tiba-tiba kolaps dan meninggal dunia di tengah aktivitas fisik.

Apa yang sebenarnya terjadi? Menurut dr. Ardian Rizal, Sp.JP (K) FIHA FAPSC, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Elektrofisiologi dari RS Tk. II dr. Soepraoen, salah satu penyebab paling umum dari kasus kematian mendadak saat berolahraga adalah gangguan irama jantung atau Aritmia.

Belajar dari Insiden Sepak Bola Global

Kita tentu masih ingat momen menegangkan di turnamen Euro 2020 ketika gelandang timnas Denmark, Christian Eriksen, tiba-tiba kehilangan kesadaran dan kolaps di tengah lapangan hijau.

“Kalau kita lihat ceritanya, memang benar insiden tersebut disebabkan oleh gangguan irama jantung,” jelas dr. Ardian. Kasus seperti Eriksen membuktikan bahwa aritmia mematikan dapat menyerang siapa saja, bahkan individu dengan tingkat kebugaran fisik yang sangat tinggi.

Mengapa Aritmia Sangat Berbahaya Saat Olahraga?

Aritmia adalah kondisi di mana impuls listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, jantung bisa berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak beraturan.

Saat berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak pasokan oksigen, yang memaksa jantung memompa lebih keras dan cepat. Jika seseorang memiliki aritmia yang tidak terdiagnosis, beban kerja ekstra ini dapat memicu Henti Jantung Mendadak (Sudden Cardiac Arrest), di mana jantung berhenti memompa darah ke otak dan organ vital lainnya sama sekali.

Menurut American Heart Association (AHA), henti jantung mendadak berbeda dengan serangan jantung biasa, dan memerlukan penanganan CPR (Resusitasi Jantung Paru) serta alat kejut jantung (AED) dalam hitungan menit untuk menyelamatkan nyawa.

Kenali Tanda Peringatan dan Faktor Risiko

Sering kali, tubuh memberikan “sinyal peringatan” sebelum terjadinya kondisi fatal. dr. Ardian Rizal menekankan pentingnya menyadari gejala-gejala berikut sebelum atau saat berolahraga:

Gejala / Tanda PeringatanDeskripsiTindakan yang Disarankan
Palpitasi (Dada Berdebar)Detak jantung terasa sangat kencang, tidak beraturan, atau seperti “berloncatan” meski sedang istirahat.Hentikan aktivitas, segera istirahat.
Presinkop / SinkopRasa pusing yang ekstrem hingga pandangan gelap atau bahkan hampir pingsan saat beraktivitas.Jangan paksakan lanjut olahraga, segera konsultasi ke dokter.
Sesak Napas EkstremNapas terengah-engah yang tidak sebanding dengan intensitas olahraga yang dilakukan.Evaluasi fungsi jantung dan paru.

Faktor Genetik: Bahaya yang Tersembunyi

Selain gejala fisik, dr. Ardian juga menyoroti pentingnya melacak riwayat kesehatan keluarga. Aritmia memiliki kecenderungan bawaan (genetik).

“Jika di dalam keluarga, misalnya ayah atau kakak laki-laki, ada riwayat meninggal secara mendadak pada usia muda tanpa penyebab yang jelas, maka Anda wajib waspada,” tegasnya. Kondisi genetik seperti Brugada Syndrome atau Long QT Syndrome sering kali menjadi dalang di balik henti jantung usia muda. Referensi lebih lanjut mengenai faktor genetik jantung dapat dilihat melalui publikasi dari Mayo Clinic.

Pentingnya Skrining Jantung Sebelum Olahraga Intens

Baik Anda melakukan olahraga hanya untuk rekreasi akhir pekan (seperti bersepeda atau jogging) maupun olahraga kompetitif, evaluasi medis adalah langkah preventif yang tidak boleh dilewatkan.

Pemeriksaan seperti Elektrokardiogram (EKG), Holter Monitor, atau Treadmill Test dapat mendeteksi kelainan irama jantung yang sering kali tidak bergejala saat tubuh sedang beristirahat.

Kesimpulan

Olahraga memang penting, namun mengenali kapasitas dan kondisi tubuh Anda jauh lebih penting. Kematian mendadak akibat aritmia dapat dicegah melalui deteksi dini, kesadaran akan gejala tubuh, dan konsultasi rutin dengan ahlinya. Jangan memaksakan diri melampaui batas tanpa mengetahui status kesehatan jantung Anda secara pasti.

Jangan Ambil Risiko, Periksa Jantung Anda Sekarang!

Apakah Anda memiliki keluhan dada berdebar, riwayat keluarga dengan penyakit jantung, atau berencana memulai program olahraga intensif? Lakukan skrining kardiovaskular secara menyeluruh bersama tim ahli kami.

Hubungi CardiaCare untuk Jadwal Konsultasi:

📞 Telepon/WhatsApp: +62 851 9003 7699

🔗 Website Resmi: www.cardiacare.id

Scroll to Top