Ketika seseorang didiagnosis mengidap penyakit jantung koroner dan harus menjalani prosedur pemasangan ring jantung (stent), bayangan yang sering muncul adalah adanya benda asing dari logam yang tertanam di dalam dada seumur hidup. Selama puluhan tahun, kita memang mengenal ring jantung sebagai implan medis yang akan tetap berada di dalam tubuh secara permanen.
Namun, bagaimana jika ada ring jantung yang bisa menopang pembuluh darah yang tersumbat, membantunya sembuh, lalu secara ajaib “menghilang” dan diserap oleh tubuh?
Jawabannya: Ya, teknologi itu benar-benar ada.
Dalam dunia kardiologi intervensi, inovasi mutakhir ini dikenal dengan nama Bioresorbable Stent (BRS) atau Bioresorbable Vascular Scaffold (BVS). Mari kita kenali lebih jauh bagaimana teknologi ini bekerja dan apakah semua pasien jantung cocok menggunakannya.
Apa Itu Bioresorbable Stent (BRS)?
Berbeda dengan ring jantung konvensional yang terbuat dari paduan logam anti-karat (seperti Cobalt-Chromium atau Platinum-Chromium), Bioresorbable Stent (BRS) terbuat dari material khusus yang dapat melarut dan diserap oleh tubuh manusia. Bahan yang paling umum digunakan adalah polimer alami (Poly-L-lactic acid / PLLA) atau paduan logam magnesium yang aman secara biologis.
BRS dirancang untuk bekerja seperti “cetakan gips” pada tulang yang patah. Gips tersebut menopang tulang selama masa penyembuhan, dan setelah tulang kembali kuat, gips tersebut akan dilepas. BRS menerapkan filosofi yang sama pada pembuluh darah koroner Anda.
3 Fase Perjalanan BRS di Dalam Tubuh
Proses kerja ring jantung yang dapat diserap ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui tiga fase bertahap selama beberapa tahun:
- Fase Penyanggaan (Fase Awal):Setelah dipasang di ruang Kateterisasi (Cath Lab), BRS akan menopang dinding pembuluh darah yang sebelumnya menyempit agar tetap terbuka lebar. Pada fase ini, BRS juga melepaskan obat khusus secara perlahan untuk mencegah pembuluh darah menyempit kembali (restenosis).
- Fase Penyerapan (Fase Transisi):Setelah beberapa bulan hingga satu tahun, ketika pembuluh darah dinilai sudah sembuh dan strukturnya stabil, material BRS akan mulai meluruh secara bertahap. Polimer akan terurai menjadi senyawa alami yang bisa dibuang oleh tubuh.
- Fase Pemulihan Alami (Fase Akhir):Dalam waktu 2 hingga 3 tahun, ring tersebut akan menghilang sepenuhnya dari dalam pembuluh darah. Pembuluh darah yang tadinya “terkunci” oleh logam kini kembali bebas bergerak, berdenyut, dan melebar atau menyempit secara alami sesuai dengan kebutuhan aliran darah jantung (vasomotion).
Perbandingan: Ring Jantung Permanen vs BRS
Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah tabel perbandingan antara ring jantung konvensional dan Bioresorbable Stent:
| Karakteristik | Ring Jantung Logam Konvensional (DES) | Bioresorbable Stent (BRS) |
| Material Utama | Paduan logam medis (Cobalt/Platinum) | Polimer medis (PLLA) atau paduan Magnesium |
| Sifat Implan | Permanen (Berada di tubuh seumur hidup) | Sementara (Diserap tubuh dalam 2-3 tahun) |
| Tujuan Utama | Menjaga pembuluh darah tetap terbuka selamanya | Menopang sementara hingga pembuluh darah sembuh |
| Fungsi Alami Pembuluh Darah | Pembuluh darah menjadi kaku di area ring terpasang | Pembuluh darah dapat kembali berdenyut dan elastis secara alami |
Apakah Semua Pasien Cocok Menggunakan BRS?
Meskipun terdengar sangat ideal dan menjanjikan, tidak semua pasien cocok menggunakan Bioresorbable Stent (BRS).
Hingga saat ini, BRS bukanlah perangkat pengganti mutlak untuk ring jantung logam konvensional. Pemilihan jenis ring jantung tetap harus disesuaikan secara ketat dengan kondisi pembuluh darah pasien. Dokter spesialis jantung akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:
- Karakteristik Lesi: Jika penyempitan pembuluh darah sangat keras karena mengandung kalsifikasi (pengapuran) yang tebal, ring logam konvensional yang lebih kuat tetap menjadi pilihan utama.
- Ukuran Pembuluh Darah: BRS umumnya digunakan pada ukuran pembuluh darah tertentu dan kurang ideal untuk pembuluh darah yang terlalu kecil atau terletak di area percabangan yang rumit.
- Kondisi Klinis Pasien: Riwayat medis dan hasil evaluasi pemindaian intravaskular di ruang Cath Lab akan sangat menentukan.
Karena itu, setiap pasien penyakit jantung koroner akan memerlukan pendekatan yang berbeda-beda (personalized medicine). Konsultasikan secara mendalam dengan dokter jantung Anda mengenai opsi intervensi apa yang paling aman dan efektif untuk kondisi Anda.
Perkembangan teknologi kardiologi akan terus bergerak maju demi memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi para pejuang penyakit jantung.
Bagikan informasi ini kepada keluarga atau kerabat yang mungkin membutuhkannya!
👉 Follow @cardiacare untuk mendapatkan informasi, tips, dan edukasi kesehatan seputar jantung dan pembuluh darah lainnya dari tenaga profesional. Bersama kita jaga detak jantung tetap sehat!








