Ketika mendengar kata “ring” atau stent, sebagian besar masyarakat langsung membayangkan prosedur pemasangan ring pada organ jantung untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah koroner. Padahal, inovasi medis di bidang vaskular memiliki jenis stent lain yang fungsinya sangat krusial namun dipasang di area yang berbeda, yaitu di pembuluh darah aorta pada area perut.
Alat medis ini dikenal dengan sebutan Stent Graft. Berbeda dengan ring jantung biasa, stent graft digunakan dalam sebuah prosedur canggih bernama EVAR (Endovascular Aneurysm Repair). Tujuan utamanya bukan untuk membuka penyumbatan plak kolesterol, melainkan untuk menangani kondisi mematikan yang disebut Aneurisma Aorta Abdominal (AAA).
Lantas, apa sebenarnya AAA itu, dan bagaimana stent graft dapat menyelamatkan nyawa pasien tanpa perlu operasi besar? Mari kita bahas secara mendalam.

Apa Itu Aneurisma Aorta Abdominal (AAA)?
Aorta adalah pembuluh darah arteri utama dan terbesar di tubuh manusia. Fungsinya sangat vital, yaitu mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Pada kasus Aneurisma Aorta Abdominal (AAA), bagian aorta yang melewati area perut (abdomen) mengalami pelebaran (dilatasi) yang tidak normal.
Akibat pelebaran ini, dinding pembuluh darah menipis dan menjadi sangat lemah. Jika dibiarkan tanpa pengawasan medis, aneurisma ini ibarat balon yang terus ditiup—ukurannya akan semakin membesar dan berisiko tinggi untuk pecah (ruptur).
Pecahnya aneurisma aorta di area perut adalah kondisi gawat darurat medis yang dapat menyebabkan perdarahan dalam (internal) yang masif dan sering kali berujung pada kematian jika tidak segera ditangani. Kondisi ini kerap disebut sebagai silent killer karena pelebaran pembuluh darah sering kali tidak menimbulkan gejala fisik yang nyata sampai ukurannya benar-benar besar atau pecah.
Beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya AAA antara lain:
- Kebiasaan merokok aktif maupun pasif.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
- Usia lanjut (umumnya di atas 60 tahun).
- Riwayat keluarga dengan aneurisma.
- Kadar kolesterol tinggi yang merusak dinding pembuluh darah.
Solusi Minimal Invasif: Prosedur EVAR dan Stent Graft
Di masa lalu, satu-satunya cara untuk mengatasi aneurisma yang membesar adalah melalui operasi terbuka (bedah mayor). Dokter bedah harus membelah perut pasien untuk mengganti bagian pembuluh darah yang rusak dengan tabung sintetis. Prosedur ini membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama dan membawa risiko komplikasi yang tinggi.
Kini, berkat kemajuan teknologi kedokteran, dokter spesialis bedah vaskular dapat merekomendasikan tindakan EVAR. EVAR merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan langsung melalui pembuluh darah, tanpa perlu sayatan bedah yang besar pada perut.
Pada prosedur ini, sebuah alat bernama Stent Graft (tabung logam berlapis bahan sintetis khusus) dimasukkan melalui pembuluh darah di area pangkal paha. Dengan bantuan pencitraan sinar-X (fluoroskopi), dokter akan mengarahkan stent graft tepat ke area aorta yang mengalami pelebaran.
Setelah posisinya pas, stent graft akan dikembangkan. Alat ini secara otomatis akan menjadi jalur atau “pipa” baru bagi aliran darah. Dengan dialirkannya darah melalui stent graft, tekanan pada dinding pembuluh darah aorta yang melemah dan menonjol (aneurisma) dapat dihilangkan sepenuhnya. Risiko pembuluh darah pecah pun dapat dicegah.
Perbandingan Penanganan AAA: EVAR vs Operasi Terbuka
Untuk memahami mengapa EVAR lebih sering direkomendasikan saat ini, berikut adalah tabel perbandingan antara metode EVAR dan Operasi Bedah Terbuka:
| Kriteria / Aspek | EVAR (Endovascular Aneurysm Repair) | Bedah Terbuka (Open Surgery) |
| Ukuran Sayatan | Sangat kecil (hanya di area sayatan pangkal paha) | Besar (membelah area tengah perut) |
| Tingkat Nyeri Pasca Tindakan | Minimal, mudah diatasi dengan pereda nyeri | Tingkat nyeri cukup tinggi |
| Lama Rawat Inap | Biasanya 1 hingga 3 hari | 7 hingga 10 hari (termasuk perawatan ICU) |
| Masa Pemulihan Total | 2 hingga 4 minggu | 2 hingga 3 bulan |
| Risiko Komplikasi Jangka Pendek | Lebih rendah | Lebih tinggi (infeksi, perdarahan masif) |
| Bentuk Intervensi | Memasang Stent Graft sebagai jalur aliran darah baru | Memotong aneurisma dan menjahit cangkok tabung |
Apakah Semua Aneurisma Memerlukan Tindakan EVAR?
Jawabannya adalah tidak. Penanganan aneurisma sangat bergantung pada diagnosis spesifik dari dokter. Tidak semua pelebaran aorta perut langsung membutuhkan tindakan pembedahan atau pemasangan stent graft.
Dokter spesialis akan menentukan penanganan yang paling sesuai berdasarkan:
- Ukuran Aneurisma: Jika ukuran pelebaran masih kecil (di bawah 5 cm), dokter biasanya hanya menyarankan observasi rutin (USG atau CT Scan berkala) serta modifikasi gaya hidup (berhenti merokok, mengontrol tensi darah).
- Kecepatan Pertumbuhan: Jika aneurisma membesar dengan cepat dalam waktu kurang dari 6 bulan, tindakan invasif mungkin segera diwajibkan.
- Kondisi Kesehatan Pasien: Toleransi pasien terhadap anestesi dan prosedur medis memengaruhi apakah pasien lebih cocok menjalani EVAR atau operasi terbuka.
Oleh karena itu, evaluasi medis yang akurat sangatlah penting. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan (MCU) rutin adalah kunci untuk mencegah pecahnya aneurisma aorta.
Kesimpulan dan Layanan Konsultasi
Memahami perbedaan antara stent jantung biasa dan stent graft pada prosedur EVAR sangatlah penting bagi masyarakat. AAA bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh, namun dengan penanganan yang tepat dan cepat, angka harapan hidup pasien dapat meningkat drastis tanpa harus melalui operasi perut yang menyakitkan.
Jika Anda atau keluarga memiliki faktor risiko tinggi, memiliki keluhan nyeri berdenyut di area sekitar pusar, atau ingin melakukan evaluasi kesehatan pembuluh darah dan jantung secara menyeluruh, jangan tunda untuk berkonsultasi.
Butuh konsultasi dengan tim dokter kami?
Segera jadwalkan pemeriksaan Anda bersama ahli kardiovaskular profesional.
📞 Hubungi via WhatsApp/Telepon: +62 851 9003 7699
🔗 Kunjungi website kami: www.cardiacare.id
Referensi Artikel
- Chaikof, E. L., et al. (2018). The Society for Vascular Surgery practice guidelines on the care of patients with an abdominal aortic aneurysm. Journal of Vascular Surgery, 67(1), 2-77.
- Wanhainen, A., et al. (2019). European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2019 Clinical Practice Guidelines on the Management of Abdominal Aorto-iliac Artery Aneurysms. European Journal of Vascular and Endovascular Surgery.
- Mayo Clinic Staff. (2023). Abdominal aortic aneurysm – Symptoms and causes. Mayo Clinic.
- Schanzer, A., & Oderich, G. S. (2021). Management of Abdominal Aortic Aneurysms. The New England Journal of Medicine.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesehatan pembuluh darah dan konsultasi tindakan EVAR, kunjungi CardiaCare.
Jangan abaikan kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda. Jadwalkan pemeriksaan Anda bersama klinik spesialis jantung dan vaskular terbaik untuk penanganan pencegahan aneurisma aorta abdominal.








