Mengatasi Aneurisma Aorta Torakal dengan Prosedur TEVAR: Solusi Minimal Invasif Bebas Bedah Dada Terbuka

Pembuluh darah aorta merupakan arteri terbesar dan utama di dalam tubuh manusia. Aorta memiliki tugas yang sangat vital, yaitu mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh jaringan tubuh. Namun, ada kondisi di mana dinding aorta di dalam rongga dada melemah, sehingga melebar atau menggembung secara tidak normal.

Kondisi medis ini dikenal sebagai Aneurisma Aorta Torakal (Aneurisma Aorta Torakalis / Thoracic Aortic Aneurysm / TAA).

Aneurisma aorta sering disebut sebagai pembunuh senyap (silent killer) karena sebagian besar kasus berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala fisik yang jelas pada tahap awal. Tetapi, jika aneurisma ini terus membesar, risiko aorta pecah (ruptur) atau lapisannya robek (diseksi) akan meningkat drastis—sebuah kondisi darurat yang mengancam nyawa jika tidak ditangani tepat waktu.

Apa Itu Prosedur TEVAR?

Untungnya, kemajuan teknologi intervensi kardiovaskular kini memungkinkan penanganan aneurisma tanpa harus melakukan operasi bedah besar yang sangat berisiko. Solusi modern ini adalah TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair).

TEVAR adalah prosedur operasi minimal invasif (minim sayatan) yang bertujuan memperbaiki bagian aorta yang melemah menggunakan perangkat yang disebut Stent Graft. Perangkat ini merupakan tabung dari bahan kain sintetis khusus (graft) yang disangga oleh jaring-jaring logam (stent).

Bagaimana Cara Kerja Stent Graft dalam TEVAR?

Prosedur TEVAR dirancang untuk meredam tekanan darah pada dinding aneurisma, sehingga risiko pecahnya aorta dapat dicegah sepenuhnya. Berikut adalah alur kinerjanya:

  1. Akses Minimal Invasif: Alih-alih membedah dada, dokter hanya membuat sayatan kecil (1–2 cm) di area lipat paha untuk mengakses arteri femoralis.
  2. Navigasi Kateter: Kateter yang membawa stent graft (dalam keadaan kuncup/padat) dimasukkan dan diarahkan menggunakan bantuan pencitraan sinar-X (fluoroskopi) langsung menuju bagian aorta yang melebar di rongga dada.
  3. Pemasangan Stent Graft: Setelah mencapai posisi yang tepat, stent graft dikembangkan hingga menempel kuat pada dinding bagian dalam aorta.
  4. Membentuk Aliran Baru: Lapisan kain pada stent graft akan menjadi jalur atau “pipa” baru bagi aliran darah. Darah kini akan mengalir lancar melalui tabung tersebut dan tidak lagi menekan atau menumpuk langsung pada bagian dinding aorta yang menggembung (aneurisma).

Perbandingan: TEVAR vs. Operasi Bedah Dada Terbuka

Sebagai pembanding, dahulu satu-satunya cara menangani aneurisma adalah lewat bedah mayor terbuka yang menuntut pembukaan dada lebar-lebar serta penghentian sirkulasi jantung sementara.

Aspek PerbandinganOperasi Bedah Dada Terbuka (Open-Chest)TEVAR (Thoracic Endovascular Aortic Repair)
Sifat ProsedurBedah besar, sangat invasifMinimal Invasif (minim sayatan)
Metode AksesSayatan besar di dada tengah (sternotomy)Sayatan sangat kecil (1–2 cm) di lipat paha
Pendarahan & TransfusiRisiko pendarahan masif & butuh transfusiPendarahan sangat minimal
Durasi Rawat InapRata-rata 10–14 hari (perawatan ICU lama)Cepat, umumnya 3–5 hari saja
Masa Pemulihan2 hingga 3 bulan untuk beraktivitas normalPemulihan cepat, bisa beraktivitas dalam 2–4 minggu
Risiko KomplikasiRisiko tinggi infeksi, stroke, dan gagal ginjalRisiko komplikasi jauh lebih rendah
Tingkat KeberhasilanDipengaruhi oleh kondisi umum & usia pasienSangat tinggi (hingga 98–99%)

Siapa Saja yang Memerlukan Prosedur TEVAR?

Tidak semua pelebaran pembuluh darah aorta memerlukan pemasangan stent graft. Rekomendasi TEVAR ditentukan oleh dokter spesialis berdasarkan diagnosis spesifik, terutama jika pasien memenuhi kondisi ini:

  • Ukuran Aneurisma: Pelebaran aorta torakal yang sudah mencapai diameter kritis (biasanya di atas 5–5,5 cm).
  • Kecepatan Pertumbuhan: Aneurisma yang membesar secara agresif dalam evaluasi berkala.
  • Diseksi Aorta: Adanya robekan pada lapisan dalam dinding aorta.
  • Pasien Risiko Tinggi: Pasien lanjut usia atau yang memiliki banyak penyakit penyerta (komorbid) sehingga terlalu berbahaya bila menjalani operasi bedah terbuka.

Kesimpulan

Pemasangan stent graft melalui prosedur TEVAR telah merevolusi tatalaksana penanganan penyakit aorta di seluruh dunia. Dengan menawarkan alternatif minimal invasif, TEVAR tidak hanya menyelamatkan nyawa dari ancaman ruptur aorta, tetapi juga menjamin kenyamanan dan kecepatan proses pemulihan pasien pasca-tindakan.

Layanan Konsultasi & Penanganan Aorta

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki faktor risiko (seperti riwayat hipertensi kronis, kebiasaan merokok lama, atau riwayat keluarga dengan aneurisma), jangan tunda untuk melakukan evaluasi sirkulasi dan jantung secara berkala. Kunjungi atau hubungi layanan resmi CardiaCare:

Referensi Ilmiah

  1. Grabenwöger, M., et al. (2012). Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR): Clinical outcomes and technical considerations. European Journal of Cardio-Thoracic Surgery, 42(1), 17-24.
  2. Erbel, R., et al. (2014). 2014 ESC Guidelines on the diagnosis and treatment of aortic diseases: Document covering acute and chronic aortic diseases of the thoracic and abdominal aorta of the adult. European Heart Journal, 35(41), 2873-2926.
  3. Bavaria, J. E., et al. (2007). Endovascular stent-graft repair of thoracic aortic aneurysms. Journal of Vascular Surgery, 46(6), 1230-1238.
Scroll to Top