Kaki Bengkak Tak Kunjung Kempes? Kenali Pitting Edema Sebagai Sinyal Sembunyi Gagal Jantung

Keluhan kaki bengkak sering kali dianggap sebagai angin lalu. Sebagian besar dari kita mungkin memaklumi kondisi ini sebagai akibat dari terlalu lama berdiri, kelelahan setelah berjalan jauh, atau sekadar efek duduk seharian di depan meja kerja. Padahal, pada beberapa kondisi, kaki bengkak bukanlah masalah otot biasa, melainkan “alarm” dari tubuh bahwa ada gangguan kesehatan yang jauh lebih serius.

Salah satu jenis pembengkakan yang pantang untuk diabaikan adalah Pitting Edema. Jika Anda mengalami bengkak yang tidak wajar pada area kaki bagian bawah, saatnya Anda lebih waspada dan mengenali apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam tubuh Anda.

Apa Itu Pitting Edema?

Dalam sebuah edukasi medis, dr. Yuwinda Prima Ardelia, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari JIH-CardiaCare Yogyakarta, menjelaskan karakteristik khas dari pembengkakan ini.

“Kondisi ini disebut dengan pitting edema, yaitu ketika kaki yang bengkak tersebut ditekan, maka akan meninggalkan bekas cekungan yang membutuhkan waktu lama untuk kembali menjadi normal,” jelas dr. Yuwinda.

Berbeda dengan bengkak karena cedera atau keseleo yang terasa padat dan keras, pitting edema terasa lebih kenyal karena penumpukan cairan (retensi cairan) di bawah jaringan kulit.

Mengapa Kaki Bengkak Berkaitan Erat dengan Gagal Jantung?

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa hubungannya kaki yang berada di bawah dengan jantung yang berada di dada? Jawabannya terletak pada sistem sirkulasi darah kita.

Gagal jantung (Heart Failure) merupakan suatu kondisi medis di mana fungsi pompa jantung mengalami kelemahan. Akibat kelemahan ini, jantung tidak dapat memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Ketika aliran darah melambat, darah yang seharusnya kembali ke jantung menjadi menumpuk di pembuluh darah vena. Tekanan yang meningkat di dalam pembuluh darah ini akhirnya mendorong cairan merembes keluar ke jaringan sekitarnya. Mengikuti gaya gravitasi bumi, cairan ini paling sering menumpuk di area paling bawah tubuh, yaitu kaki dan pergelangan kaki.

Selain di area kaki, penumpukan cairan akibat gagal jantung juga bisa terjadi di area perut (asites) atau bahkan merendam paru-paru (edema paru).

Referensi Klinis: Menurut panduan resmi dariAmerican Heart Association (AHA), pembengkakan (edema) pada kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau perut yang disertai dengan penambahan berat badan yang tiba-tiba adalah salah satu gejala utama gagal jantung kongestif yang memerlukan evaluasi medis segera.

Membedakan Bengkak Biasa vs. Gejala Gagal Jantung

Penting untuk dicatat, seperti yang ditekankan oleh dr. Yuwinda: “Tidak semua kaki yang bengkak berarti gagal jantung. Hal ini juga bisa disebabkan oleh penyakit lain.” (Misalnya gangguan ginjal, masalah liver, atau gangguan pembuluh darah vena).

Lalu, bagaimana cara membedakannya? Kaki bengkak karena gagal jantung biasanya selalu disertai dengan gejala penyerta lainnya. Simak tabel panduan berikut:

KarakteristikKaki Bengkak Biasa (Kelelahan)Kaki Bengkak Akibat Gagal Jantung (Pitting Edema)
Respons TekananDitekan langsung kembali normal, atau terasa nyeri jika karena cedera.Berbekas cekungan cukup lama saat ditekan dengan jari.
Waktu KemunculanMuncul setelah aktivitas berat, hilang setelah tidur/istirahat.Sering kali memburuk di sore hari dan menetap meski sudah istirahat.
Gejala PernapasanNapas normal.Disertai sesak napas, terutama saat beraktivitas ringan atau saat berbaring lurus telentang.
Tingkat KelelahanLelah yang wajar.Sangat mudah lelah (fatigue) untuk melakukan aktivitas harian biasa.

Jangan Tunggu Hingga Memburuk, Segera Periksakan!

Banyak pasien penyakit jantung datang ke rumah sakit ketika kondisi penumpukan cairan sudah sangat parah hingga mengganggu pernapasan. Padahal, deteksi lebih awal dapat memberikan harapan pemulihan kualitas hidup yang jauh lebih baik.

Jika Anda atau orang tua Anda memiliki keluhan kaki bengkak yang semakin membesar, apalagi jika disertai dengan keluhan sesak napas atau cepat lelah saat beraktivitas ringan, jangan diabaikan!

“Segera periksakan ke dokter, karena semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat juga penanganan yang dapat diberikan,” pesan dr. Yuwinda.

Konsultasikan Kesehatan Jantung Anda Bersama Ahlinya

Dapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis terbaik bersama tim dokter spesialis di JIH-CardiaCare.

📞 Telepon/WhatsApp: +62 851 9003 7699

Scroll to Top