Banyak orang menganggap varises hanyalah masalah estetika atau penampilan belaka. Urat-urat kebiruan yang menonjol di kaki sering kali diabaikan hingga menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, varises dapat berkembang secara bertahap dan memicu komplikasi serius, seperti infeksi hingga luka kronis (ulkus vena) yang sulit sembuh.
Hal ini ditegaskan oleh dr. Sidhik Permana Putra, Sp.BTKV, seorang Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular dari JIH-CardiaCare. Varises sejatinya adalah kondisi medis progresif akibat gagalnya katup pada pembuluh darah vena. Saat katup ini tidak bekerja optimal, aliran darah yang seharusnya kembali ke jantung justru menumpuk di tungkai bawah akibat gravitasi.
Jika Anda sering merasa kaki pegal, berat saat berjalan, atau menemukan urat halus di area betis, artikel ini akan membedah secara tuntas 6 stadium varises, tanda bahayanya, serta langkah penanganan yang tepat sebelum terlambat.
Memahami 6 Tingkatan (Stadium) Varises
Dalam dunia medis, keparahan penyakit vena kronis (termasuk varises) diklasifikasikan ke dalam 6 tingkatan yang dikenal dengan sistem CEAP (Clinical, Etiologic, Anatomic, and Pathophysiologic). Menurut penjelasan dr. Sidhik Permana Putra, berikut adalah pembagian stadium varises dari yang paling ringan hingga yang paling parah:
| Stadium (Grade) | Istilah Medis | Gejala dan Kondisi Fisik pada Pasien |
| Stadium 1 | Spider Veins / Reticular Veins | Belum ada keluhan nyeri. Muncul urat-urat kebiruan kecil dan tipis (seperti jaring laba-laba), biasanya di area belakang lutut. |
| Stadium 2 | Varicose Veins | Urat membesar dan menonjol. Gejala mulai muncul: kaki terasa pegal, cepat lelah, dan terasa berat saat digunakan berjalan. |
| Stadium 3 | Edema (Pembengkakan) | Urat yang menonjol mungkin tampak mengecil, namun kaki mulai membengkak (edem). Rentan memicu peradangan (selulitis) yang sangat nyeri. |
| Stadium 4 | Perubahan Kulit & Pigmentasi | Kemerahan mereda, namun kulit kaki mulai menghitam (hiperpigmentasi). Siklus radang yang hilang-timbul menebalkan jaringan kulit. |
| Stadium 5 | Ulkus Vena Sembuh | Terbentuk luka (ulkus) pada area kaki yang menghitam, namun luka tersebut masih bisa sembuh. Siklus luka sering berulang. |
| Stadium 6 | Ulkus Vena Aktif (Kronis) | Luka terbuka yang parah, berair, berisiko tinggi infeksi, dan sangat sulit sembuh. Membutuhkan perawatan medis intensif. |
Penjelasan Mendalam Tiap Stadium:
1. Stadium 1: Fase Tanpa Gejala yang Sering Diabaikan
Pada tahap awal ini, Anda mungkin hanya melihat garis-garis pembuluh darah halus berwarna ungu atau kebiruan di permukaan kulit. Kondisi ini sangat tipis dan sering kali tidak terlihat jelas. Karena tidak ada rasa sakit, pegal, atau kram, 90% penderita mengabaikannya.
2. Stadium 2: Awal Mula Ketidaknyamanan
Urat-urat kecil tadi mulai membesar dan berkelok-kelok (varicose). Di sinilah keluhan fisik mulai terasa. Dalam bahasa Jawa, sensasi ini sering disebut merenteng—kaki terasa sangat berat untuk diangkat atau digunakan berjalan. Rasa pegal ini biasanya memburuk di sore hari atau setelah beraktivitas panjang.
3. Stadium 3: Munculnya Pembengkakan (Edema)
Tekanan vena yang terus meningkat menyebabkan cairan merembes ke jaringan sekitarnya, memicu bengkak pada pergelangan dan betis. Jika dibiarkan, kondisi ini sangat rentan memicu selulitis (infeksi kulit bakteri). Kaki akan tampak kemerahan, bengkak, dan menimbulkan nyeri hebat hingga pasien kesulitan atau bahkan tidak bisa berjalan.
4. Stadium 4 (A dan B): Perubahan Warna dan Struktur Kulit
Peradangan akut mungkin mereda, namun meninggalkan jejak kronis. Kulit di sekitar pergelangan kaki akan mengalami hiperpigmentasi (berwarna cokelat gelap atau kehitaman). Siklus peradangan yang berulang (merah, hilang, merah lagi) menyebabkan kulit menebal, mengeras, dan kehilangan elastisitasnya (kondisi yang disebut lipodermatosclerosis).
5. Stadium 5 & 6: Ancaman Ulkus Vena Kronis
Ini adalah stadium akhir yang paling berbahaya. Pada stadium 5, kulit yang rusak akhirnya pecah dan membentuk luka (ulkus), namun masih bisa menutup/sembuh. Sayangnya, karena akar masalahnya (hipertensi vena) belum diatasi, luka ini akan terus berulang hingga masuk ke Stadium 6. Pada tahap ini, luka menjadi terbuka secara kronis, bernanah, dan berisiko amputasi jika infeksi menyebar ke tulang.
Kapan Anda Harus Segera ke Dokter?
Jangan menunggu hingga kulit menghitam atau muncul luka. Anda sangat disarankan untuk melakukan skrining jika mengalami tanda-tanda berikut:
- Kaki terasa sangat berat, pegal, dan cepat lelah, terutama setelah berdiri atau berjalan lama.
- Sering mengalami kram di malam hari pada area betis.
- Muncul pembengkakan di pergelangan kaki yang tidak kunjung kempis setelah beristirahat.
- Merasakan sensasi gatal, panas, atau berdenyut di area pembuluh darah yang menonjol.
“Segera cek dan periksa jika ada keluhan nyeri atau kaki terasa berat untuk aktivitas. Kita bisa lakukan skrining awal dengan USG sederhana.” – dr. Sidhik Permana Putra, Sp.BTKV
Diagnosis dan Pilihan Pengobatan Varises
Kabar baiknya, varises sangat bisa ditangani, dan tidak semua kasus varises harus berakhir di meja operasi. Penanganan akan disesuaikan dengan stadium dan tingkat keparahan yang dialami pasien.
1. Skrining dan Diagnosis (USG Doppler)
Langkah pertama yang akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah vaskular adalah skrining awal menggunakan Ultrasonografi (USG) Doppler. Pemeriksaan ini tidak sakit dan bertujuan untuk memetakan aliran darah, melihat fungsi katup vena, dan menentukan lokasi pasti dari penyumbatan atau kebocoran.
2. Penanganan Non-Operatif (Modifikasi Gaya Hidup)
Untuk varises stadium 1 dan 2, dokter biasanya merekomendasikan:
- Stoking Kompresi Medis: Membantu menekan kaki agar darah mengalir kembali ke atas (jantung).
- Elevasi Kaki: Mengangkat kaki lebih tinggi dari jantung selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
- Olahraga Rutin: Berjalan kaki atau bersepeda sangat baik untuk melatih “pompa” otot betis.
- Menghindari Postur Statis: Jangan duduk atau berdiri terlalu lama tanpa jeda.
3. Tindakan Medis Minimal Invasif
Jika varises sudah memasuki stadium 3 ke atas atau sangat mengganggu aktivitas, dokter mungkin menyarankan tindakan medis modern yang minim sayatan, seperti:
- Sclerotherapy (penyuntikan cairan khusus ke dalam vena).
- Endovenous Laser Treatment (EVLT) atau Radiofrequency Ablation (RFA) yang menggunakan energi panas untuk menutup vena yang rusak.
Kesimpulan
Varises bukanlah sekadar urat yang menonjol; ia adalah alarm dari tubuh bahwa sirkulasi darah Anda sedang terganggu. Perjalanan varises dari stadium 1 yang tanpa gejala hingga stadium 6 yang memicu luka kronis membuktikan betapa pentingnya deteksi dini. Menjaga pola hidup sehat, aktif bergerak, dan tidak mengabaikan keluhan pegal pada kaki adalah kunci utama mencegah komplikasi.
Jangan biarkan kualitas hidup Anda menurun hanya karena terlambat menangani varises. Pastikan Anda berkonsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dan aman.
Referensi Medis Terpercaya:
- Mayo Clinic – Varicose Veins: Symptoms & Causes.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Bahaya Varises Jika Tidak Diobati.
- Jurnal Medis Clinical, Etiologic, Anatomic, and Pathophysiologic (CEAP) Classification untuk Penyakit Vena Kronis.
Butuh Konsultasi Lebih Lanjut?
Jika Anda mulai merasakan gejala kaki pegal, bengkak, atau muncul urat varises, jangan tunda penanganannya. Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim ahli dari JIH-CardiaCare agar penyebabnya dapat diketahui dan diatasi sejak dini.
Hubungi kami sekarang untuk membuat jadwal konsultasi:
📞 Telepon/WhatsApp: +62 851 9003 7699








