Mengenal Carotid Stenting: Prosedur Minimal Invasif untuk Mencegah Stroke Akibat Sumbatan Pembuluh Leher

Banyak orang mengira penyumbatan pembuluh darah hanya terjadi pada organ jantung. Padahal, penyempitan plak (aterosklerosis) juga sangat rentan terjadi pada pembuluh darah karotis (carotid artery), yaitu sepasang pembuluh darah utama di leher yang bertugas menyalurkan darah kaya oksigen dari jantung menuju ke otak.

Ketika pembuluh darah karotis mengalami penyumbatan, aliran darah menuju otak dapat terganggu secara drastis. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu utama terjadinya serangan stroke iskemik.

Risiko Penyumbatan Pembuluh Darah Karotis

Penyempitan pembuluh darah leher sering kali berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala awal (silent killer). Namun, seiring bertambahnya penyumbatan, risiko komplikasi neurologis akan meningkat tajam.

  1. Transient Ischemic Attack (TIA): Dikenal sebagai stroke ringan atau stroke peringatan yang berlangsung singkat.
  2. Stroke Iskemik: Terjadi ketika gumpalan darah atau plak terlepas dari pembuluh karotis dan menyumbat aliran darah ke otak secara total, yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian jaringan otak.

Apa Itu Carotid Stenting?

Carotid Stenting (atau Carotid Artery Stenting) adalah tindakan intervensi medis minimal invasif yang dilakukan untuk membuka kembali pembuluh darah karotis yang menyempit atau tersumbat.

Berbeda dengan operasi pembedahan terbuka (carotid endarterectomy), prosedur ini dilakukan di laboratorium kateterisasi (Cathlab) tanpa memerlukan sayatan besar:

  1. Akses Medis: Dokter memasukkan kateter kecil melalui pembuluh darah di pangkal paha atau lengan.
  2. Navigasi Kateter: Kateter diarahkan secara presisi menuju lokasi penyumbatan di pembuluh darah karotis di leher.
  3. Pengembangan Balon & Ring (Stent): Balon kecil dikembangkan untuk meregangkan area yang sempit (angioplasti), kemudian stent (ring jaring logam) dipasang untuk menyangga dinding pembuluh darah agar tetap terbuka dan aliran darah ke otak kembali lancar.
ParameterCarotid Stenting (CAS)Operasi Pembedahan Terbuka (CEA)
Metode TindakanMinimal invasif via kateter melalui paha/lenganPembedahan terbuka dengan sayatan di leher
Lokasi ProsedurRuang Kateterisasi (Cathlab)Ruang Operasi Bedah (Operating Theatre)
Masa PemulihanCenderung lebih singkatMemerlukan waktu pemulihan luka operasi
Indikasi UtamaPasien risiko tinggi pembedahan / penyempitan anatomisPasien dengan kriteria bedah standar

Keunggulan Prosedur Carotid Stenting

  1. Risiko Pembedahan Lebih Rendah: Tidak membutuhkan anastesi total dan luka sayatan besar di leher.
  2. Prosedur Presisi: Dilakukan dengan bantuan pencitraan fluoroskopi real-time di ruang cathlab.
  3. Mencegah Stroke Susulan: Efektif mengembalikan kelancaran pasokan oksigen ke otak dan menstabilkan plak pembuluh darah.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Pemeriksaan seperti Carotid Doppler Ultrasound sangat disarankan bagi individu yang memiliki faktor risiko tinggi seperti hipertensi, kolesterol tinggi, riwayat merokok, diabetes, atau pernah mengalami gejala stroke ringan.

Jangan tunda evaluasi kesehatan pembuluh darah Anda. Dapatkan diagnosis akurat dan penanganan intervensi pembuluh darah komprehensif langsung dari dokter spesialis di CardiaCare.

  1. Informasi & Layanan: Kunjungi Website CardiaCare
  2. Konsultasi Dokter / WhatsApp: Hubungi +62 851 9003 7699

Referensi Terpercaya:

  1. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Carotid Artery Disease Treatment & Procedures.
  2. American Stroke Association (ASA). Carotid Artery Stenting for Stroke Prevention.
Scroll to Top