Penyakit jantung koroner terjadi ketika terdapat penumpukan plak di dalam arteri yang mensuplai darah ke otot jantung. Namun, tidak semua plak bersifat lunak. Dalam banyak kasus, penumpukan plak disertai dengan deposit kalsium yang tebal dan keras.
Keberadaan endapan kalsium membuat dinding pembuluh darah menjadi kaku dan sulit mengembang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri saat prosedur intervensi koroner (Percutaneous Coronary Intervention / PCI) karena stent yang dimasukkan berisiko tidak dapat mengembang secara optimal.
Tantangan Kalsifikasi pada Pemasangan Stent Koroner
Ketika pembuluh darah mengeras akibat kalsium, penggunaan balon angioplasty biasa sering kali tidak cukup untuk meretakkan plak.
Jika stent dipasang pada pembuluh darah yang belum siap (underexpanded stent), risiko komplikasi jangka panjang seperti penyempitan ulang (restenosis) atau pembekuan darah di dalam stent (stent thrombosis) akan meningkat.
Solusi Teknologi Modifikasi Kalsium (Calcium Modification)

Untuk memastikan pembuluh darah siap menerima stent dengan sempurna, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dapat melakukan tindakan modifikasi kalsium terlebih dahulu. Dua metode utama yang umum digunakan di antaranya:
1. Atherektomi (Atherectomy) — “Mengikis Kalsium”
Tindakan ini menggunakan kateter khusus yang dilengkapi ujung berputar berkecepatan tinggi (seperti bor mikro berlapis intan) untuk mengikis plak kalsium keras pada permukaan pembuluh darah.
- Cara Kerja: Mengikis deposit kalsium menjadi partikel mikroskopis agar lumen pembuluh darah kembali elastis.
- Keunggulan: Sangat efektif untuk lesi kalsifikasi permukaan yang parah dan berliku.
2. Intravascular Lithotripsy (IVL) — “Memecahkan Kalsium dengan Gelombang Kejutan”
IVL menggunakan teknologi gelombang kejutan (shockwave) yang dipancarkan dari dalam balon kateter khusus.
- Cara Kerja: Gelombang akustik frekuensi tinggi merambat menembus jaringan lunak untuk meretakkan kalsium di lapisan dalam (mural/profound) maupun permukaan pembuluh darah.
- Keunggulan: Aman bagi jaringan pembuluh darah sekitar dan efektif meretakkan kalsium yang tebal tanpa melukai lapisan endotel.
Perbandingan Metode Modifikasi Kalsium
| Parameter | Atherektomi (Atherectomy) | Intravascular Lithotripsy (IVL) |
| Mekanisme Utama | Pengikisan fisik (abrasion) dengan burr berputar | Gelombang kejut akustik (sound waves) dari balon |
| Target Kalsium | Kalsifikasi permukaan (superficial calcium) | Kalsifikasi dangkal maupun dalam (deep calcium) |
| Hasil Akhir | Pembuluh darah lebih elastis untuk ekspansi stent | Retakan kalsium (calcium fractures) yang memfasilitasi stent |
Kesimpulan: Sumbatan Keras Tetap Bisa Ditangani
Sumbatan pembuluh darah yang keras bukan alasan untuk berkecil hati. Dengan perkembangan teknologi kardiologi intervensi saat ini, karakteristik plak keras dapat diatasi melalui persiapan lesi yang tepat sebelum pemasangan ring/stent.
Pemilihan metode antara Atherektomi atau IVL akan disesuaikan dengan kondisi medis, lokasi, serta kedalaman kalsifikasi berdasarkan hasil evaluasi pencitraan intravaskular.
Layanan Konsultasi & Informasi Jantung
Ingin berkonsultasi mengenai kesehatan pembuluh darah koroner atau opsi penanganan sumbatan jantung bersama Dokter Spesialis Jantung? Hubungi layanan resmi CardiaCare:
- Telepon / WhatsApp: +62 851 9003 7699
- Situs Web Resmi: www.cardiacare.id
- Instagram: @numedika-id
Referensi Ilmiah
- Riley, R. F., et al. (2024). SCAI Expert Consensus Statement on the Management of Calcified Coronary Lesions. Journal of the Society for Cardiovascular Angiography & Interventions (JSCAI), 3(2), 101259.
- Ali, Z. A., et al. (2019). Intravascular Lithotripsy for the Treatment of Calcified Coronary Artery Disease. Circulation: Cardiovascular Interventions, 12(12), e008538.
- Sharma, S. K., et al. (2019). Rotational Atherectomy: A Practical Approach to Procedural Technique and Clinical Applications. Catheterization and Cardiovascular Interventions, 93(2), 276-286.









