Sumber: Cardiovascular Business Cardiovascular Business
(Catatan: Artikel ini diterjemahkan dan diadaptasi untuk pembaca di Cardiacare.id)
Ringkasan
Data baru dari CONFIRM2 Registry menunjukkan bahwa penggunaan AI (kecerdasan buatan) untuk menghitung plak aterosklerotik koroner melalui CT (AI-QCT) secara signifikan meningkatkan prediksi risiko kejadian kardiovaskular besar (MACE) dibandingkan skor risiko tradisional. Cardiovascular Business+2Cleerly+2
Studi ini mengikuti 6.550 pasien dalam jangka waktu 4,4 tahun dan menemukan bahwa akurasi prediksi meningkat dari AUC 0,62 menjadi 0,75. Cleerly+1
Latar Belakang & Metode Studi
- Penelitian dilakukan oleh Confirm2 International Registry, yang melibatkan ribuan pasien di berbagai pusat internasional. Business Wire+2Business Wire+2
- Pasien menjalani CCTA (Coronary Computed Tomography Angiography), kemudian dianalisis oleh algoritma AI untuk mengkuantifikasi plak koroner (AI-QCT). Cardiovascular Business+1
- Penelitian memperhitungkan jenis plak (misalnya non-kalsifikasi) yang selama ini sulit diukur secara kuantitatif oleh metode konvensional. Business Wire+1
Temuan Utama
- Peningkatan Prediksi Risiko
- Ketika AI-QCT ditambahkan ke skor tradisional (European Society of Cardiology – ESC RF-CL), prediksi kejadian kardiovaskular membaik secara signifikan. AUC naik dari 0,62 menjadi 0,75. Business Wire+1
- Untuk prediksi kematian atau infark miokard (MI), AUC naik dari 0,60 menjadi 0,71. Cardiovascular Business
- Stratifikasi Risiko pada Pasien dengan Kemungkinan Obstruktif Rendah
- Sebagian besar pasien yang datang dengan nyeri dada diklasifikasikan oleh model tradisional sebagai “sangat rendah” (35,7%) atau “rendah” (42,7%) kemungkinan penyakit arteri koroner obstruktif (CAD). Cardiovascular Business
- Namun, dengan analisis AI, sebagian dari mereka yang rendah kemungkinannya tetap teridentifikasi memiliki risiko kejadian kardiovaskular di masa depan, meskipun tidak memiliki penyumbatan yang jelas (non-obstruktif). Business Wire+1
- Konsistensi Kinerja AI di Semua Kategori Risiko
- Kinerja prediktif AI tetap kuat di semua kategori risiko ESC, dengan AUC prediksi berada di kisaran 0,71 hingga 0,73. Business Wire+1
- Ini menunjukkan bahwa AI-QCT tidak hanya bermanfaat untuk pasien dengan risiko tinggi, tetapi juga bisa mendeteksi risiko tersembunyi pada mereka yang dianggap rendah risiko menurut pendekatan klinis tradisional.
- Volume Plak Non-Kalsifikasi Sebagai Faktor Prediktif Penting
- Dalam analisis lain dari CONFIRM2 Registry yang dipresentasikan di TCT 2025, volume plak non-kalsifikasi (NCP) terbukti menjadi prediktor independen untuk infark miokard dan kematian. Business Wire
- Pasien dengan volume NCP tinggi memiliki risiko hampir dua kali lipat dibandingkan kelompok dengan stenosis terbesar, menunjukkan bahwa hanya menghitung tingkat penyempitan (stenosis) saja tidak cukup untuk menilai risiko. Business Wire
Implikasi Klinis
- Penggunaan AI-QCT bisa menjadi alat penting dalam stratifikasi risiko pasien jantung, terutama bagi mereka yang secara klinis tampak rendah risiko tapi sebenarnya memiliki beban plak signifikan.
- Dengan AKURASI yang lebih tinggi, dokter bisa mengidentifikasi pasien berisiko lebih awal dan merencanakan intervensi pencegahan sebelum kejadian kardiovaskular serius terjadi.
- Teknologi ini dapat menjadi pelengkap (atau mungkin suatu hari pengganti) model klinis tradisional karena memberikan informasi volumetrik dan karakteristik plak yang lebih detail.
- Untuk praktik kardiologi modern: penggunaan AI-CT dapat membantu dalam pengambilan keputusan — bukan hanya berdasar penyempitan pembuluh, tetapi juga fitur plak “rapuh” yang memprediksi kejadian tinggi.
Tantangan & Catatan Penting
- Meskipun hasil sangat menjanjikan, implementasi AI-QCT di klinik masih butuh infrastruktur (CT dengan resolusi tinggi, software AI, pelatihan staf).
- Validasi lebih lanjut di populasi lokal diperlukan untuk memastikan bahwa hasil studi internasional bisa diaplikasikan ke pasien di Indonesia.
- Biaya: penggunaan teknologi AI-CT mungkin lebih mahal; perlu analisis cost-benefit jangka panjang (apotik pencegahan vs perawatan kejadian jantung).
- Etika dan regulasi: analisis AI harus transparan, dan pasien harus diberi tahu bahwa prediksi risiko mereka menggunakan teknologi AI.
Kesimpulan
Teknologi AI-QCT yang mengkuantifikasi plak aterosklerosis koroner melalui CT angiografi menunjukkan performa prediktif yang jauh lebih baik daripada skor risiko tradisional. Dengan AUC prediksi meningkat secara signifikan dan kemampuan untuk mengidentifikasi risiko di pasien dengan stenosis rendah, AI ini bisa mengubah pendekatan pencegahan penyakit jantung. Untuk Cardiacare.id, ini berarti potensi besar dalam edukasi, deteksi dini dan manajemen pasien berisiko.




