Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan salah satu kelainan anatomi yang ditemukan sejak bayi lahir. Salah satu jenis PJB yang paling sering ditemukan adalah adanya lubang pada sekat yang memisahkan ruang-ruang jantung.
Dua bentuk kelainan sekat jantung bawaan yang paling umum meliputi:
- ASD (Atrial Septal Defect): Lubang terdapat pada sekat (septum) yang memisahkan serambi kanan dan serambi kiri jantung.
- VSD (Ventricular Septal Defect): Lubang terdapat pada sekat (septum) yang memisahkan bilik kanan dan bilik kiri jantung.
Jika tidak ditangani, adanya lubang ini menyebabkan aliran darah beroksigen bercampur dengan darah kotor, yang dalam jangka panjang meningkatkan beban kerja jantung serta tekanan darah di paru-paru (hipertensi pulmonal).
Penanganan Modern: Transcatheter Device Closure
Dahulu, penutupan lubang ASD atau VSD memerlukan operasi bedah jantung terbuka (open-heart surgery). Namun, seiring dengan kemajuan teknologi intervensi kardiologi anak, sebagian besar kasus kini dapat ditangani melalui tindakan minimal invasif yang disebut Transcatheter Device Closure.
Cara Kerja Prosedur Device Closure:
- Penggunaan Kateter: Dokter memasukkan selang kateter lentur melalui pembuluh darah di lipat paha menuju lokasi lubang di dalam jantung.
- Pelepasan Alat Penutup (Occluder): Alat penutup khusus (berbentuk menyerupai dua gasing atau payung kecil berpasangan) dimasukkan melintasi kateter dalam kondisi terlipat.
- Penempatan Presisi: Setelah mencapai sekat jantung, payung pertama dibuka di sisi kiri, lalu diposisikan menjepit lubang, diikuti dengan pembukaan payung kedua di sisi kanan.
- Hentikan Aliran Abnormal: Alat yang terpasang rapat akan menghentikan kebocoran aliran darah abnormal secara instan. Seiring berjalannya waktu, jaringan otot jantung pasien sendiri akan tumbuh menutupi permukaan alat tersebut (epitelisasi).
Perbandingan: Operasi Terbuka vs. Transcatheter Device Closure
| Parameter | Operasi Bedah Terbuka (Open-Heart) | Transcatheter Device Closure |
| Sayatan Luka | Sayatan besar di dada tengah (sternotomi) | Bebas bekas luka bedah (hanya tusukan jarum kecil di paha) |
| Mesin Jantung Paru | Memerlukan Cardiopulmonary Bypass (CPB) | Tidak memerlukan mesin pengganti jantung-paru |
| Masa Pemulihan | Memerlukan perawatan ICU & waktu pemulihan berminggu-minggu | Pasien dapat pulang dalam 1–2 hari pasca-tindakan |
| Tingkat Invasi | Sangat Invasif | Minimal Invasif |
Kapan Device Closure Dapat Dilakukan?
Meskipun ukurannya relatif kecil, alat device closure memiliki peran yang sangat vital dalam memulihkan fungsi sirkulasi jantung anak tanpa perlu bedah invasif.
Namun, tidak semua kasus ASD atau VSD dapat ditangani dengan device closure. Keputusan tindakan bergantung pada beberapa evaluasi medis:
- Ukuran Lubang: Lubang yang terlalu besar mungkin memerlukan tindakan bedah.
- Lokasi & Tepian (Rim) Sekat: Memerlukan tepian jaringan sekat yang cukup kuat agar alat dapat menjepit dengan stabil.
- Anatomi & Usia Pasien: Kondisi pembuluh darah dan berat badan anak harus mencukupi untuk jalur kateter.
Kesimpulan
Teknologi transcatheter device closure memberikan harapan baru bagi anak dengan kelainan jantung bawaan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa harus melalui trauma operasi bedah terbuka. Skrining awal melalui Echocardiography sangat disarankan untuk menilai kriteria anatomi lubang sekat jantung.
Layanan Konsultasi & Informasi Jantung Anak
Ingin berkonsultasi mengenai kelainan jantung bawaan atau prosedur device closure bersama Dokter Spesialis Jantung? Hubungi layanan resmi CardiaCare:
- WhatsApp / Telepon: +62 851 9003 7699
- Situs Web Resmi: www.cardiacare.id
- Instagram: @cardiacare.id
Referensi Ilmiah
- Feltes, T. F., et al. (2011). Indications for Cardiac Catheterization and Intervention in Pediatric Cardiac Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation, 123(22), 2607-2652.
- Stout, K. K., et al. (2019). 2018 AHA/ACC Guideline for the Management of Adults With Congenital Heart Disease. Journal of the American College of Cardiology (JACC), 73(12), e81-e192.
- Fraisse, A., et al. (2020). Transcatheter closure of atrial septal defects: How fast should we go?. Archives of Cardiovascular Diseases, 113(3), 143-145.









