NIRS: Teknologi Terbaru Deteksi Plak Berbahaya Penyebab Serangan Jantung

Perkembangan teknologi pencitraan intrakoroner kini semakin canggih. Jika sebelumnya dokter hanya mengandalkan IVUS (Intravascular Ultrasound) atau OCT (Optical Coherence Tomography) untuk melihat struktur pembuluh darah, kini hadir metode terbaru yang mampu memberikan informasi lebih mendalam tentang komposisi kimia plak berbahaya: Near-Infrared Spectroscopy (NIRS).

Teknologi ini bukan sekadar menampilkan bentuk dan ukuran plak, tetapi mampu membaca apa yang ada di dalamnya, khususnya kandungan lipid (lemak) yang menjadi faktor utama terjadinya serangan jantung mendadak.

Mengapa Plak Lipid Berbahaya?

Banyak orang mengira serangan jantung hanya terjadi karena penyumbatan parah. Faktanya, plak tipis, rapuh, dan kaya lipid justru menjadi penyebab tersering dari serangan jantung fatal. Plak jenis ini disebut vulnerable plaque atau plak rentan pecah.

Permasalahannya:

  1. Plak kaya lipid tidak selalu tampak jelas melalui angiografi biasa.
  2. Pasien bisa terlihat “normal” meski memiliki risiko tinggi.

Inilah alasan teknologi seperti NIRS penting: membantu mendeteksi risiko sebelum terjadi serangan jantung.

Apa Itu NIRS (Near-Infrared Spectroscopy)?

NIRS adalah teknologi pencitraan intrakoroner yang memanfaatkan cahaya inframerah untuk membaca komposisi kimia plak di pembuluh darah koroner. Berbeda dari gambar struktural IVUS atau OCT, NIRS memberikan informasi kimiawi, terutama kandungan lipid berbahaya.

Dengan NIRS, dokter bisa melihat:

  1. Seberapa besar kandungan lemak pada plak
  2. Lokasi tepat plak rentan
  3. Intensitas dan distribusi lipid di sepanjang pembuluh darah

Hasil tampilan ini disebut chemogram, yaitu peta warna yang mengidentifikasi daerah dengan lipid tinggi secara akurat.

Keunggulan Teknologi NIRS dalam Penanganan Penyakit Jantung

Berikut manfaat utama mengapa NIRS semakin banyak digunakan dalam kateterisasi jantung modern:

1. Identifikasi Akurat Lipid Core Plaque (LCP)

NIRS mampu membedakan plak yang mengandung lemak tinggi dari plak fibrotik. Informasi ini sangat penting untuk menilai risiko pecahnya plak.

2. Menyediakan “Chemogram” Berwarna

Chemogram menampilkan warna intens yang menunjukkan lokasi lipid. Hasilnya mudah dibaca dan sangat membantu dalam penilaian risiko.

3. Mendeteksi Plak Rentan Pecah

Plak rentan yang sulit dilihat dengan angiografi kini bisa diketahui, sehingga dokter dapat mengambil tindakan pencegahan lebih dini.

4. Memperkuat Keputusan Klinis Sebelum PCI

NIRS membantu menentukan strategi terbaik untuk intervensi koroner (PCI), termasuk pemilihan stent dan optimasi pemasangan.

5. Dapat Dikombinasikan dengan IVUS atau OCT

Penggunaan NIRS bersamaan dengan IVUS/OCT memberikan gambaran paling lengkap:

  1. IVUS: struktur dan ukuran
  2. OCT: resolusi sangat tinggi
  3. NIRS: komposisi kimia plak

Kombinasi ketiganya membantu dokter membuat keputusan yang lebih presisi dan aman.

Siapa yang Paling Diuntungkan dengan Teknologi NIRS?

NIRS sangat bermanfaat untuk:

  1. Pasien dengan penyakit jantung koroner
  2. Pasien dengan faktor risiko tinggi seperti diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga
  3. Pasien dengan hasil angiografi yang “normal” tetapi tetap memiliki gejala
  4. Dokter intervensi yang ingin meningkatkan akurasi penilaian sebelum PCI

Masa Depan Diagnostik Jantung: Lebih Presisi, Lebih Aman

Teknologi seperti NIRS membawa dunia kardiologi menuju pendekatan yang lebih personal dan presisi. Dengan mengetahui risiko lebih awal, dokter dapat memberikan terapi yang tepat sebelum terjadi komplikasi serius seperti serangan jantung.

Jika Anda ingin terus mengikuti perkembangan terbaru teknologi jantung, edukasi kesehatan, sampai wawasan intervensi koroner modern:

Follow Instagram @cardiacare.id
Untuk update teknologi, informasi edukatif, dan insight menarik seputar dunia kardiologi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top