Banyak orang mengira nyeri dada hanyalah gejala asam lambung naik (GERD). Padahal, kondisi ini juga bisa menjadi tanda serangan jantung yang mengancam nyawa. Kesalahpahaman ini berbahaya, karena keterlambatan penanganan serangan jantung dapat berakibat fatal.
Artikel ini akan membahas:
- Perbedaan gejala nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung.
- Tanda-tanda darurat yang harus diwaspadai.
- Mengapa pemeriksaan jantung rutin penting untuk pencegahan.
- Promo pemeriksaan jantung terbaru dari JIH–CardiaCare Yogyakarta.
Mengapa Nyeri Dada Sering Disalahartikan?
Nyeri dada adalah salah satu keluhan medis paling umum. Menurut data kesehatan global, sekitar 20–40% pasien yang datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada ternyata bukan karena jantung, melainkan akibat gangguan pencernaan, terutama GERD.
Namun, sekitar 15–20% kasus nyeri dada di IGD benar-benar berhubungan dengan penyakit jantung, termasuk serangan jantung. Inilah alasan mengapa nyeri dada tidak boleh dianggap remeh.
Perbedaan Gejala GERD vs Serangan Jantung
1. Sifat Rasa Nyeri
- GERD: dada terasa terbakar, panas, perih.
- Serangan Jantung: dada terasa ditekan, diremas, seperti ada beban berat.
2. Menjalar atau Tidak
- GERD: cenderung lokal, tidak menjalar.
- Serangan Jantung: nyeri bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
3. Waktu Muncul
- GERD: biasanya muncul setelah makan atau saat berbaring.
- Serangan Jantung: muncul tiba-tiba, bisa saat aktivitas ringan bahkan ketika sedang istirahat.
4. Gejala Tambahan
- GERD: sendawa, rasa asam di mulut, mual, perut kembung.
- Serangan Jantung: sesak napas, keringat dingin, lemas, mual-muntah, bahkan bisa pingsan.
5. Mereda dengan Obat atau Tidak
- GERD: biasanya membaik dengan obat maag, minum air hangat, atau duduk tegak.
- Serangan Jantung: tidak membaik dengan obat maag atau perubahan posisi.
Kapan Harus Waspada?
⚠️ Jika Anda mengalami nyeri dada yang:
- Tidak membaik dengan obat maag,
- Disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri menjalar,
- Muncul tiba-tiba saat beraktivitas ringan,
Anggap saja itu serangan jantung!
Segera ke IGD untuk penanganan darurat. Ingat, detik dan menit sangat berharga untuk menyelamatkan nyawa.
Pentingnya Pemeriksaan Jantung Rutin
Banyak kasus serangan jantung datang tanpa gejala awal yang jelas. Bahkan, seseorang bisa merasa sehat tetapi ternyata memiliki penyumbatan di pembuluh darah jantung.
Pemeriksaan jantung rutin dapat membantu:
- Mengetahui kondisi kesehatan jantung sejak dini.
- Mencegah komplikasi serius.
- Memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pasien dan keluarga.
Promo Pemeriksaan Jantung di JIH–CardiaCare Yogyakarta
Untuk Anda yang berada di Yogyakarta dan sekitarnya, ada kabar baik!
JIH Hospital bekerjasama dengan CardiaCare menghadirkan promo Heart Health Checkup dengan harga spesial hingga 30 September 2025.
Paket Pemeriksaan yang Ditawarkan:
- MCU Basic Cardiac Screening hanya Rp 999.000
- Pemeriksaan dasar kesehatan jantung dengan teknologi terkini.
- Heart Health Checkup Lengkap
- Mulai dari skrining awal hingga pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung lebih detail.
📍 Lokasi: Healthy Life Center (HLC) Lt.1 Gedung A, RS JIH Yogyakarta
📞 Appointment max H-1: (0274) 4463535 ext 242
Nyeri dada bukan selalu GERD. Bisa jadi itu adalah tanda serangan jantung.
Bedakan gejalanya, tapi jangan pernah spekulasi sendiri. Bila ragu, anggap serangan jantung dan segera ke RS.
Bagi Anda yang berdomisili di Jogja, manfaatkan program Heart Health Checkup bersama JIH–CardiaCare untuk memastikan kesehatan jantung Anda.




