Pasang Ring Jantung Tapi Tersumbat Lagi? Mengenal In-Stent Restenosis dan Solusinya

Banyak pasien merasa lega setelah menjalani prosedur pasang ring jantung (stent). Namun, muncul pertanyaan yang sering memicu kekhawatiran: “Mengapa pembuluh darah bisa tersumbat kembali padahal sudah ada ring?”

Kondisi ini dikenal secara medis sebagai In-Stent Restenosis (ISR). Memahami mengapa hal ini terjadi dan bagaimana penanganan medis terbaru sangat penting agar kesehatan jantung tetap terjaga dalam jangka panjang.

Mengapa Pembuluh Darah Tersumbat Lagi?

Pasang ring jantung bertujuan untuk menyangga pembuluh darah koroner yang menyempit. Namun, tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk menyembuhkan luka. Ketika ring dipasang, dinding pembuluh darah bisa memberikan respons berupa pertumbuhan jaringan baru.

Menurut dr. Ronaldi, Sp.JP, Subsp.KI (K), penyumbatan ulang terjadi karena proses yang disebut Myointimal Hyperplasia. Ini adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan di dalam ring tersebut. Alih-alih sembuh dengan sempurna, jaringan ini justru tumbuh terlalu tebal hingga mempersempit kembali jalur aliran darah.

Mengapa Tidak Langsung Pasang Ring Baru (Stent-in-Stent)?

Mungkin Anda berpikir, “Jika tersumbat lagi, kenapa tidak ditumpuk saja dengan ring baru?”

Secara medis, pemasangan ring berlapis atau stent-in-stent pada area yang sama sering kali tidak disarankan. Beberapa risiko yang menghantui metode ini antara lain:

  1. Stent Thrombosis: Risiko penggumpalan darah mendadak pada ring yang bertumpuk.
  2. Pemicu Hyperplasia: Penambahan benda asing (logam ring) justru bisa memicu pertumbuhan jaringan parut yang jauh lebih agresif di masa depan.

Solusi Modern: Drug Coated Balloon (DCB)

Teknologi medis saat ini menawarkan solusi yang lebih efektif untuk mengatasi ISR tanpa harus meninggalkan implan logam baru di dalam jantung, yaitu dengan Drug Coated Balloon (DCB) atau Balon Bersalut Obat.

Bagaimana cara kerjanya?

  1. Balon khusus dimasukkan ke area yang tersumbat.
  2. Balon dikembangkan untuk membuka kembali penyempitan.
  3. Dinding balon melepaskan obat khusus yang berfungsi menghentikan pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan.
  4. Setelah obat meresap, balon dikempiskan dan dikeluarkan dari tubuh tanpa meninggalkan “sampah” logam baru.

Perbandingan: Stent vs. Drug Coated Balloon (DCB)

FiturStent (Ring Jantung)Drug Coated Balloon (DCB)
MaterialLogam permanen atau semi-permanenBalon (tidak meninggalkan sisa)
Fungsi UtamaMenyangga pembuluh darah yang kolapsMengirim obat untuk mencegah jaringan parut
Risiko RestenosisSedang (karena benda asing)Rendah (tidak ada benda asing baru)
Indikasi UtamaPenyumbatan awal (De novo lesion)Penyumbatan ulang (In-Stent Restenosis)

Langkah Pencegahan Agar Jantung Tetap Sehat

Meskipun teknologi DCB sangat membantu, pencegahan tetap menjadi kunci utama. Setelah tindakan jantung, pasien sangat disarankan untuk:

  1. Kepatuhan Obat: Mengonsumsi pengencer darah sesuai instruksi dokter untuk mencegah thrombosis.
  2. Kontrol Faktor Risiko: Mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara ketat.
  3. Gaya Hidup: Berhenti merokok dan mulai rutin berolahraga ringan sesuai saran spesialis jantung.

Penting untuk Diingat: Jika Anda merasakan kembali gejala seperti nyeri dada (angina), sesak napas, atau cepat lelah setelah pasang ring, segera lakukan pemeriksaan evaluasi.

Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai penanganan penyumbatan ulang jantung atau prosedur intervensi non-bedah, Anda dapat menghubungi layanan spesialis di Cardia Care melalui WhatsApp di 0851 9003 7699.

Referensi :

  1. Restenosis After Percutaneous Coronary Intervention – Mayo Clinic
  2. Drug-Coated Balloons for Coronary Artery Disease – American Journal of Cardiology
  3. Guidelines on Myocardial Revascularization – European Society of Cardiology (ESC)
  4. Informasi Layanan Jantung Terpadu – Cardiacare Indonesia
Scroll to Top