Peripartum kardiomiopati (PPCM) adalah kondisi langka namun serius yang dapat terjadi pada ibu hamil, terutama pada trimester akhir kehamilan atau dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan penurunan fungsi pompa jantung, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak optimal.
Meskipun jarang, PPCM dapat menimbulkan dampak serius bila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat sejak dini.
PPCM Sering Terjadi di Trimester Ketiga
Kasus PPCM umumnya ditemukan pada ibu hamil yang memasuki trimester ketiga, bahkan dapat muncul hingga beberapa bulan pasca persalinan. Dalam salah satu kasus klinis, seorang ibu hamil usia kehamilan sekitar 35 minggu datang dengan keluhan sesak napas yang awalnya dirasakan ringan, namun semakin lama semakin memberat.
Pada awalnya, keluhan ini sering dianggap sebagai sesak napas biasa akibat kehamilan yang semakin besar. Namun, ketika keluhan tidak membaik dan justru bertambah berat, pemeriksaan lanjutan menjadi sangat penting.
Pemeriksaan Jantung Mengungkap Penurunan Fungsi Pompa
Melalui pemeriksaan USG jantung (ekokardiografi), ditemukan adanya pembesaran jantung disertai penurunan fungsi pompa jantung. Kondisi inilah yang dikenal sebagai peripartum kardiomiopati, yaitu kelainan otot jantung yang terjadi akibat kehamilan.
Pada PPCM, otot jantung menjadi lemah dan membesar, sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Mengapa PPCM Sering Terlambat Dikenali?
Salah satu tantangan utama PPCM adalah gejalanya sering menyerupai keluhan kehamilan normal, seperti:
- Mudah lelah
- Sesak napas
- Penurunan toleransi aktivitas
Akibatnya, kondisi ini kerap terlambat dikenali. Padahal, terdapat beberapa tanda yang perlu diwaspadai karena tidak tergolong normal, antara lain:
- Sesak napas yang semakin berat
- Sesak tidak membaik dengan istirahat
- Pembengkakan kaki
- Aktivitas harian menjadi sangat terbatas
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi jantung.
Penanganan PPCM dan Proses Pemulihan
Pada kasus PPCM, pasien ditangani dengan pendekatan seperti penatalaksanaan gagal jantung pada ibu hamil, dengan tetap mempertimbangkan keamanan ibu dan janin.
Dengan penanganan yang tepat, kondisi pasien dapat mengalami perbaikan. Dalam salah satu pengalaman klinis, setelah sekitar 5 bulan pasca melahirkan, keluhan pasien berangsur membaik, pasien dapat kembali beraktivitas tanpa sesak, dan obat-obatan dapat diturunkan secara bertahap sesuai evaluasi medis.
Hal ini menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat berperan dalam proses pemulihan fungsi jantung pada PPCM.
Kapan Ibu Hamil Perlu Konsultasi ke Dokter Jantung?
Bagi ibu hamil maupun ibu setelah melahirkan, jangan mengabaikan keluhan yang terasa tidak biasa, terutama jika:
- Sesak napas terasa berlebihan
- Keluhan tidak membaik dengan istirahat
- Terjadi pembengkakan pada kaki
- Keluhan muncul di trimester ketiga atau setelah persalinan
Tidak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, karena bisa jadi keluhan tersebut bukan sekadar perubahan fisiologis kehamilan, melainkan tanda kelelahan atau gangguan fungsi jantung.
Pentingnya Deteksi Dini PPCM
Deteksi dan penanganan PPCM secara tepat sangat penting untuk:
- Mencegah komplikasi yang lebih serius
- Membantu pemulihan fungsi jantung
- Menjaga kualitas hidup ibu setelah persalinan
Kesadaran akan PPCM menjadi langkah awal untuk memastikan keselamatan dan kesehatan ibu, baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan.
Konsultasi Jantung di JIH – CardiaCare
Jika Anda atau orang terdekat mengalami keluhan jantung selama kehamilan atau setelah persalinan, JIH – CardiaCare siap membantu dengan layanan konsultasi jantung bersama dokter kami.
📞 0851 9003 7699
🔗 www.cardiacare.id




