Selama satu tahun terakhir, JIH-CardiaCare telah menjalankan beragam tindakan kardiologi baik diagnostik maupun intervensi, mencakup kasus koroner, aritmia, hingga tindakan struktural jantung dan vaskular. Kehadiran layanan ini memberikan dampak besar dalam penanganan penyakit jantung secara cepat, tepat, dan minim invasif.
Berikut rangkuman lengkap jenis tindakan yang telah dilakukan oleh tim dokter spesialis jantung dan pembuluh darah JIH-CardiaCare.
1. Tindakan Koroner
a. Coronary Angiography (CAG)
Coronary Angiography adalah prosedur pencitraan pembuluh darah koroner menggunakan zat kontras. Tujuannya adalah melihat:
- Lokasi sumbatan
- Tingkat penyempitan
- Kondisi aliran darah menuju otot jantung
CAG menjadi pemeriksaan penting sebelum menentukan strategi penanganan penyakit jantung koroner.
b. Percutaneous Coronary Intervention (PCI)
PCI adalah prosedur membuka pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat menggunakan balon atau pemasangan stent. Prosedur ini menjadi pilihan utama untuk:
- Serangan jantung akut
- Penyakit jantung koroner dengan penyempitan signifikan
Keunggulannya adalah pemulihan cepat dan minim luka karena dilakukan tanpa operasi terbuka.
c. POBA (Plain Old Balloon Angioplasty)
POBA merupakan teknik pelebaran pembuluh darah dengan balon, tanpa pemasangan stent. Biasanya digunakan pada:
- Lesi khusus yang tidak cocok untuk stent
- Kasus restenosis tertentu
2. Advanced Coronary Intervention
Untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan hasil tindakan, JIH-CardiaCare menggunakan teknologi pencitraan dan evaluasi fisiologis tingkat lanjut.
a. IVUS (Intravascular Ultrasound)
IVUS adalah teknologi ultrasonografi dalam pembuluh darah yang memberikan gambaran detail mengenai:
- Struktur dinding arteri
- Besar plak aterosklerosis
- Lokasi dan komposisi penyempitan
Teknologi ini membantu dokter melakukan stent optimization dan memastikan hasil PCI benar-benar ideal.
b. FFR (Fractional Flow Reserve)
FFR digunakan untuk mengukur seberapa signifikan penyempitan arteri koroner terhadap aliran darah. Dengan FFR, dokter dapat menentukan:
- Apakah suatu lesi perlu intervensi
- Apakah cukup ditangani dengan obat
Hasilnya lebih presisi dan mencegah tindakan yang tidak diperlukan.
3. Tindakan Penanganan Aritmia
a. Temporary Pacemaker
Alat pacu jantung sementara dipasang pada pasien dengan:
- Bradikardia berat
- Gangguan listrik jantung akut
- Kondisi darurat sebelum penanganan lanjutan
b. Permanent Pacemaker
Pacemaker permanen digunakan untuk mengatasi gangguan irama jantung kronis, seperti:
- Sick sinus syndrome
- AV block derajat tinggi
Alat ini membantu menjaga ritme jantung tetap stabil seumur hidup pasien.
c. Ablasi untuk Supraventrikular Takikardia (SVT) – Ablasi 2 Dimensi
Ablasi dilakukan pada pasien dengan gangguan ritme cepat akibat WPW (Wolff-Parkinson-White) pattern, yaitu adanya jalur listrik tambahan antara serambi dan bilik jantung. Prosedur ini efektif menghilangkan jalur abnormal dan menyembuhkan aritmia.
4. Tindakan Struktural Jantung
a. Kateterisasi Jantung Kanan
Prosedur ini digunakan untuk:
- Menilai tekanan dan fungsi ruang jantung kanan
- Evaluasi penyakit jantung bawaan seperti ASD (Atrial Septal Defect)
b. Penutupan ASD
ASD adalah kelainan bawaan berupa lubang pada sekat serambi kanan dan kiri. Bila tidak diatasi, dapat menyebabkan:
- Pembesaran jantung
- Aritmia
- Gagal jantung
Penutupan dilakukan dengan alat khusus melalui prosedur kateterisasi tanpa operasi terbuka.
5. Tindakan Vaskular dan Prosedur Lainnya
a. DSA (Digital Subtraction Angiography)
DSA adalah prosedur diagnostik untuk melihat pembuluh darah otak menggunakan zat kontras. Prosedur ini penting untuk:
- Stroke
- Aneurisma
- Kelainan vaskular otak lainnya
b. Pemasangan IVC Filter
IVC filter dipasang pada vena cava inferior untuk mencegah gumpalan darah dari tungkai masuk ke paru-paru, terutama pada pasien dengan:
- Deep Vein Thrombosis (DVT)
- Risiko tinggi emboli paru
c. Trombektomi
Tindakan pengambilan bekuan darah pada pasien dengan DVT, bertujuan mengembalikan aliran darah dan mencegah komplikasi.
d. Intra-Aortic Balloon Pump (IABP)
Alat ini membantu kerja jantung pada kondisi kritis, seperti:
- Syok kardiogenik
- Infark miokard berat
- Pasca operasi jantung
e. Perikardiosentesis
Prosedur pengeluaran cairan dari ruang selaput jantung pada pasien dengan tamponade jantung, yaitu kondisi darurat yang mengganggu kemampuan jantung memompa darah.
Kesimpulan
Selama satu tahun terakhir, JIH-CardiaCare telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan layanan kardiovaskular modern, lengkap, dan aman. Mulai dari tindakan koroner, penanganan aritmia, prosedur struktural jantung, hingga tindakan vaskular kompleks—semuanya dilakukan dengan teknologi terkini dan tenaga ahli berpengalaman.
Jika Anda membutuhkan layanan jantung yang komprehensif dan berkualitas, JIH-CardiaCare menghadirkan solusi intervensi yang cepat, tepat, dan minim invasif untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien.




